Showing posts with label Kebangkitan Jiwa. Show all posts
Showing posts with label Kebangkitan Jiwa. Show all posts

Friday, 1 June 2018

JANGAN KEBANYAKAN GOOGLING, FER...


Mbak, tolong cek DM aku.
Mbak, maaf, aku ada request di DM. Tolong cek, aku butuh ngobrol.
Dua buah komentar dari seseorang yang sepertinya bernama Ferdy di salah satu postingan di akun Instagramku berbunyi demikian. Aku tak sering-sering buka akun media sosial yang satu itu, jadi aku tak ngeh dengan permintaan direct message dari orang-orang yang tak aku ikuti di sana. Cepat-cepat aku membuka direct message tab di akun Instagramku. Ternyata ada 17 permintaan! Sial! Aku langsung merasa bersalah karena tidak segera membalas pesan-pesan mereka.

Thursday, 31 May 2018

Reclaim Your Life

Senja muram kala itu. Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke chat messenger-ku. Seorang kawan lama yang kukenal sudah sejak tahun duaribuan. Dulu kami pernah bekerja di tempat yang sama, lalu sama-sama keluar dan berkarir di tempat lain. Ayra namanya. Umurnya sedikit di atasku.

Kami berteman di media sosial selepas resign dari tempat kerja yang lama. Dia termasuk cukup aktif menanggapi hal-hal yang aku posting di media sosialku. Namun sudah beberapa bulan belakangan ini aku tak melihat ada aktifitas di akunnya. Aku kira, seperti halnya orang kebanyakan, dia sibuk.

Thursday, 26 April 2018

It's all in your head...



Sebuah pesan dari seseorang yang tak dikenal masuk ke web messenger-ku. Seseorang dengan profil fiktif bernama Jerry. Fotonya tak memperlihatkan wajahnya. 
"Selamat pagi kak. Saya baru melihat cerita tentang kakak. Saya ingin sekali ngobrol dan bercerita dengan kakak tentang masalah yang membebani saya selama ini. Maaf saya menggunakan akun fiktif ini untuk menghubungi kakak. Ada alasan tertentu kenapa saya melakukan ini dan nanti saya akan jelaskan semua ke kakak. Kalau boleh, saya ingin bertemu langsung dengan kakak. Kapan kakak ada waktu? Anytime saya bisa sesuaikan waktu saya dengan kakak. Ini akan sangat membantu saya. Semoga kakak berkenan mempertimbangkan permintaan saya ini..."

Wednesday, 25 September 2013

[dulu, kemarin atau barusan] Tidak Ada Bedanya...



Aku duduk di sisi ranjang yang dibalut sprei kusam. Seorang lelaki tergolek lemah, hampir tak sadarkan diri. Di sebelahku, istrinya yang masih muda – awal duapuluhan, duduk tertunduk sambil menangis lirih. Meskipun hal-hal seperti ini telah menjadi rutinitasku, namun setiap orang memiliki kisah yang berbeda. Dan setiap kali pula aku merasa jengah. Kadang aku pun tak tahu harus mulai dari mana. Kadang sulit untuk membuka pembicaraan untuk topik yang sulit ini…