Kana
mengamati butiran pasir yang terselip di sela jari kakinya. Pasir itu terasa
hangat. Baru pukul empat sore lebih sedikit, matahari belum turun di pantai
ini. Kana menikmati sinarnya yang hangat, ia tak peduli teriknya akan
menghitamkan kulit. Liburan. Begitulah yang ada dalam pikirannya saat itu.
Tiba-tiba Kana merasakan jemarinya digenggam. Damar. Kana tersenyum dalam hati.
Akhirnya ia bisa juga berjalan menyusuri pasir pantai Kuta bersama laki-laki
itu. Tak banyak yang diinginkannya, hanya menikmati matahari yang tenggelam dan
langit senja yang indah di pantai bersama Damar. Pantai mana pun, Kana tak
peduli, asalkan bersama Damar.