Wednesday, 19 August 2015

Di Bawah Matahari Bali

Kana mengamati butiran pasir yang terselip di sela jari kakinya. Pasir itu terasa hangat. Baru pukul empat sore lebih sedikit, matahari belum turun di pantai ini. Kana menikmati sinarnya yang hangat, ia tak peduli teriknya akan menghitamkan kulit. Liburan. Begitulah yang ada dalam pikirannya saat itu. Tiba-tiba Kana merasakan jemarinya digenggam. Damar. Kana tersenyum dalam hati. Akhirnya ia bisa juga berjalan menyusuri pasir pantai Kuta bersama laki-laki itu. Tak banyak yang diinginkannya, hanya menikmati matahari yang tenggelam dan langit senja yang indah di pantai bersama Damar. Pantai mana pun, Kana tak peduli, asalkan bersama Damar.